Skip to main content

Ubuntu | Perbedaan Perintah adduser dan useradd

Sebagai "senior" dalam perusahaan, saya terkadang merangkap sebagai administrator user pada komputer server (kami menggunakan pc station dengan Ubuntu 7.04 sebagai OS *jadul ya :D*)

Untuk menambahkan user baru pada linux, khususnya pada Ubuntu, sahabat tentunya sudah mengetahui ada dua opsi perintah yang bisa digunakan yakni adduser dan useradd.
Lalu apa sih perbedaan kedua perintah tersebut? Ok, untuk mencari tahu mari kita lakukan ujicoba secara langsung:

1. Jalan perintah useradd melalui terminal
sudo useradd [nama_user]

Perintah tersebut tidak menghasilkan output apapun

2. Jalankan perintah adduser
sudo adduser [nama_user]

Perintah tersebut menghasilkan output dan entrian yang harus kita isi, sebagai berikut
Adding user `eko2' ...
Adding new group `eko2' (1001) ...
Adding new user `eko2' (1001) with group `eko2' ...
Creating home directory `/home/eko2' ...
Copying files from `/etc/skel' ...
Enter new UNIX password:
Retype new UNIX password:
passwd: password updated successfully
Changing the user information for eko2
Enter the new value, or press ENTER for the default
Full Name []:
Room Number []:
Work Phone []:
Home Phone []:
Other []:
Is the information correct? [Y/n] y
Terlihat dari output diatas, bahwa perintah adduser selain membuat user baru juga sekaligus membuatkan folder home untuk user yang ditambahkan tadi dan juga meminta untuk memasukkan informasi atas user seperti password, nama, dan seterusnya.

Jadi bagi sahabat yang bertugas sebagai administrator user, sebaiknya menggunakan perintah adduser daripada perintah useradd.
Karena perintah adduser secara otomatis membuatkan home folder dan password, sehingga user baru tersebut bisa langsung login ke desktop.

Comments

Popular posts from this blog

Java | Menambahkan Dialog Konfirmasi Sebelum Keluar dari Aplikasi

Kali ini saya ingin berbagi cara sederhana untuk menampilkan dialog konfirmasi sebelum keluar dari aplikasi. Dengan syarat aplikasi yang kita buat harus menggunakan JFrame sebagai frame utama. Langkah-langkah yang harus kita lakukan adalah sebagai berikut: 1. Ganti property default close operation dari JFrame menjadi DO_NOTHING_ON_CLOSE, value ini dimaksudkan agar ketika button close dari JFrame diklik tidak akan terjadi apa-apa. Sebaliknya jika valuenya adalah EXIT_ON_CLOSE, maka ketika button close dari JFrame diklik maka program akan tertutup. setDefaultCloseOperation(DO_NOTHING_ON_CLOSE); 2. Yang kedua adalah kita harus menambahkan WindowListener pada JFrame. Interface WindowListener memiliki beberapa method terkait event terhadap window (yakni JFrame), namun yang harus kita override hanyalah method windowClosing, method ini akan dipanggil ketika button close diklik.   Sebagai informasi, apabila kita menambahkan WindowListener secara langsung ...

Hardware | Banyak Bersyukur dengan SSD

Seperti yang sudah saya sampaikan pada post sebelumnya, kali ini saya mau membahas upgrade laptop saya ke SSD sebagai "main" hard drive . Saya sudah cukup banyak mendengar mengenai hebatnya kecepatan yang ditawarkan SSD, namun belum mempunyai keinginan untuk upgrade karena ketidaktahuan saya bahwa ada cara untuk memasang SSD ke laptop secara mandiri (*Saya beralih dari PC ke laptop karena adik saya membutuhkan PC saya). Beruntung saya mengikuti feed dari blog Mas Vatih dan menemukan satu artikel menarik mengenai cara memasang SSD di Macbook miliknya. Berbekal info dari post tersebut dan uang tabungan yang cukup, saya memutuskan untuk mencobanya. Saya membeli SSD Crucial MX200 250GB dan HDD Caddy SATA 12.7mm dari JakartaNotebook.com *bukan iklan. Bagi yang belum tahu, HDD Caddy adalah suatu alat yang digunakan untuk memasang hard drive pada slot DVD ROM. Berikut penampakan HDD Caddy HDD Caddy 12.7mm *mirip DVD ROM kan ^^ Perlu diketahui juga bahwa HDD Caddy ...

Bash | Solusi "Warning: remote port forwarding failed for listen port 9000"

Halo Sobat, mohon maaf saya cukup lama hiatus di blog ini. *sok pakai kata hiatus :P Langsung saja saya mau share pengalaman melakukan remote debugging PHP melalui ssh tunnel di port 9000 (standar port xdebug, yap saya menggunakan xdebug untuk debugging aplikasi PHP). Dengan ssh tunnel kita bisa menforward port 9000 dari server yang ada di cloud ke port 9000 di komputer lokal kita, sehingga kita bisa mendebug aplikasi di server melalui IDE/tool debug di komputer lokal. (Saya penyuka PHPStorm, please no IDE war here haha). Namun karena internet yang saya pakai tidak stabil sehingga seringkali ssh tunnel ini freeze di bash window, sehingga saya harus menutup paksa window tersebut. Akibatnya di sisi server, port forwarding masih aktif, jadi ketika saya melakukan tunneling lagi maka akan muncul warning  remote port forwarding failed for listen port 9000. Solusinya adalah kita harus meng-kill proses port forwarding tsb via ssh ke server dengan menjalankan perintah lsof |...